Ligar Elok 27

07/01/2010

aku kemarin pergi untuk pulang.
sekarang aku mau pulang.
rumahku di sini dan di sana, tapi tidak dimana-mana, hanya di sana dan di sini.
rumahku di sini pilarnya jatuh menindihku, lantainya ambruk menelanku, dindingnya menari mengejutkanku, atapnya tumbang menutupiku. tapi tetap rumahku di sini rumahku.
aku agak terkejut karena tiba-tiba banyak ikan di dalam rumahku di sini, tapi tidak ada air, aku masih bisa bernapas. rumahku banjir tanpa air, mungkin rumahku membuang airnya supaya aku masih bisa bernapas. ada suara ledakan keras pekik dari halaman rumahku, aku takut, aku lari ingin melihat apa yang terjadi. semua jenis bunga tumbuh di halamanku. rumahku di sini penuh kejutan. aku kehabisan sel otak untuk menerka apa lagi selanjutnya.

aku sedang pergi untuk pulang.
sekarang aku mau pulang.
ke rumahku yang di sana.

posted by: puritan @ 21:47

0 comments

04/01/2010

episode 09 - tahu telor sambal kecap setengah orak arik


ada kabar apa dari ibukota?

kabut : "$%#^&*#@#@!^pppppppppppppp!!"
antariksa : "tersenyum ... dan menggelengkan kepala (sambil membetulkan poni)"


tenang tempat ini beserta isinya terjaga, antariksa juga.

sedikit mendung pagi itu, tapi matahari sudah mulai menampakkan kebesarannya, jagat raya sudah berjalan sesuai orbitnya..dan tempat ini tetap bercerita.

antariksa : "lagi dimana?"
ruang : "sebentar lagi sampai."
antariksa : "makan apa kita? mau nitip sesuatu?"
ruang : "dapur sudah menyediakan yang diperlukan, tinggal tangan yang bekerja.."
antariksa : "ok!"


menunya tahu telor campur setengah orak arik tanpa sengaja dan sambal kecap



















ruang : "yahhh.. lupa titip kepulan asap. bagi dulu ya?"
antariksa : "ok!"

lalu mengepu lah asap dan mengalirlah cerita-cerita gak penting.



21:55

posted by: r u a n g @ 06:45

0 comments

02/01/2010

Hey, Ruang dan Antariksa, ...
Besok aku pergi dulu ya, aku ingin melihat dengan mataku yang tanpa kantuk, apa mimpi itu benar nyata. Lalu aku ingin mengadu pada Ibuku sambil menggelar tawa menggelegar di pangkuannya. Kemudian aku ingin bertemu saudara-saudaraku yang sudah seabad tak terlihat. Selanjutnya aku ingin, ah sudahlah, aku pasti ingin cepat bercerita pada kalian.
Tapi omong-omong, kemana kata-kata kalian? Kudengar Antariksa menyimpan selembar bulir rima di laci mejanya, kapan kamu akan menaruhnya di peti kita, Antariksa?
Lalu Ruang, kamu jangan sembunyi saja. Tunjukkan juga jejak pikiranmu, dan jagalah Antariksa selama aku pergi. Janji?
Selamat tengah malam, selamat saling mencengkeram.

posted by: puritan @ 01:56

0 comments

31/12/2009

when a house is a home


A house is made of walls and beams; a home is built with love and dreams
-anonim

rumah ini dengan segenap kemantapannya, terdiam di pojok sebuah bukit

bukan hanya sekedar tumpukan batu bata yang direkatkan semen

ia seperti hidup,
kalau sedang merajuk, ada saja yang dilakukannya.
ia setia menunggu,
ketika ruang kabut dan antariksa (juga mungkin karam) belum juga kembali.
ia memagari,
mimpi mimpi yang masih mengawang, agar kemudian hari dapat menjejak.


posted by: antariksa @ 23:30

0 comments

27/12/2009

episode 07 - upacara bendera

mengarang bebas.

akhirnya bendera merah putih itu dinaikan juga, setelah beberapa lama tergantung bebas di jendela kamar. Dengan semangat '45 dan jiwa patriotisme, kami berempat satu pejantan dan tiga betina menuju lapangan upacara, rumput hijau depan kamar antariksa dengan latar terbuka lembah perumahan.

aku dan antariksa menghadap tiang, dengan bendera di tangan dan tali di sisi lainnya sementara kabut dan karam berdiri dibelakang. Lalu dikerek lah tali tambang kecil itu dan entah bagaimana salah satu ujungnya tertarik ke langit dengan sisi tali lainnya terpegang di tangan.
upss...

hal yang nampak mudah tapi ternyata tidak ya...



bersambung...


posted by: r u a n g @ 06:46

0 comments


  • Tentang

  • Antara Ruang, Kabut, dan Antariksa.





  • Arsip

  • December 2009
    January 2010